Antisipasi Banjir Saat Cuaca Hasto Wardoyo Turun Lapangan dan Bongkar “Keramba Beton” Permanen
jangkauan Banten – Antisipasi Banjir Saat Cuaca Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo melakukan peninjauan langsung ke wilayah RW 07 Kampung Warungboto, Kecamatan Umbulharjo, yang selama ini menjadi langganan genangan saat hujan deras.
Keramba Beton: Biang Genangan
Warga RW 07 Warungboto telah mengeluhkan genangan yang datang setiap musim hujan sejak lama. Hasto mencatat bahwa salah satu akar masalah adalah saluran air dan selokan yang terdapat keramba beton permanen, yakni struktur beton atau bangunan semi‑permanen yang membatasi aliran air dan memperlambat debit saat hujan deras. Dalam peninjauannya, Hasto menemukan:
Aliran dari utara kawasan memiliki debit cukup besar namun masuk ke selokan yang telah mengalami pendangkalan dan penyempitan akibat keramba dan sedimen.
Warga masih membuang sampah besar ke selokan—seperti kasur bekas, botol plastik, triplek—yang kemudian tertahan pada keramba beton tersebut dan menyebabkan air meluap ke pemukiman.
Tindakan pembongkaran keramba beton dan pembersihan selokan menjadi bagian dari upaya cepat untuk mengembalikan kapasitas aliran sebelum musim hujan berikutnya.
Baca Juga: Pelangsir Kuasai SPBU di Kalbar, Wagub Geram: BBM Subsidi Jadi Langka
Antisipasi Banjir Saat Cuaca Tindakan yang Dilakukan & Langkah Teknis
Hasto bersama Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta menetapkan beberapa langkah konkret:
Pembongkaran keramba beton permanen di selokan utama sebagai langkah jangka pendek untuk memulihkan aliran.
Pemasangan pintu air kecil di aliran selokan dari arah utara ke kawasan Warungboto untuk mengendalikan masuknya aliran saat hujan deras dan mencegah masuknya air besar ke pemukiman.
Pembersihan rutin selokan, termasuk pengangkutan sedimen dan sampah yang tertahan di lokasi.
Sosialisasi kepada masyarakat supaya tidak membuang sampah ke saluran air dan mendukung program pengelolaan sampah masyarakat seperti Masjos (Masyarakat Jogja Olah Sampah).
Kajian jangka panjang meliputi normalisasi saluran, kemungkinan pengeboran atau pelebaran saluran, serta manajemen debit dari hulu hingga ke kawasan permukiman.
Kenapa Ini Penting?
Kawasan permukiman seperti Warungboto memiliki risiko tinggi terkena genangan karena letaknya di dataran rendah dan debit aliran yang datang dari utara.
Saat musim hujan intensitas tinggi, kapasitas drainase dan selokan yang terbatas akan memberikan efek domino berupa genangan rumah, gangguan aktivitas sehari‑hari, dan potensi kerusakan infrastruktur.
Tantangan yang Harus Dihadapi
Keterlibatan masyarakat menjadi krusial; tanpa dukungan warga (misalnya tidak membuang sampah ke saluran), aksi pemerintah bisa kurang maksimal.
Harapan & Kesimpulan
Proyek ini menunjukkan bahwa antisipasi banjir di kota besar tidak hanya soal pembangunan besar‑besaran, tapi juga soal menjaga aliran air, struktur saluran yang bersih, dan kesadaran warga.






