Banten — Keluhan mengenai jalan rusak di beberapa wilayah
Provinsi Banten semakin meluas.
Hampir setiap hari, warga mengunggah foto dan video kerusakan jalan ke media sosial.
Karena itu, isu ini cepat menjadi pembicaraan hangat publik dalam dua minggu terakhir.

Sejumlah ruas jalan di Kabupaten Serang, Pandeglang, dan Lebak disebut mengalami kerusakan cukup berat.
Lubang-lubang besar, permukaan yang tidak rata, serta bahu jalan yang ambles membuat pengendara harus lebih berhati-hati.

Warga Khawatirkan Keselamatan Pengendara

Menurut laporan warga, kondisi jalan yang rusak parah telah menyebabkan beberapa kecelakaan kecil.
Pengendara motor menjadi pihak paling terdampak karena mereka harus menghindari lubang sambil menjaga keseimbangan.
Tak jarang, kendaraan yang melaju dari arah berlawanan hampir saling bertabrakan.

Selain itu, jalur transportasi umum juga terganggu.
Angkutan desa yang biasanya melewati kawasan tersebut sering terlambat karena sopir harus mencari jalur aman.
Dengan demikian, aktivitas ekonomi warga ikut terhambat.

Pemerintah Turun ke Lapangan dan Lakukan Tindakan Awal

Pemerintah Provinsi Banten menyatakan bahwa mereka telah mengirim tim untuk melakukan survei langsung.
Setelah itu, tim teknis memulai perbaikan darurat pada titik-titik terparah.
Tindakan ini dilakukan untuk mencegah risiko kecelakaan yang lebih besar.

Meski begitu, pemerintah mengakui bahwa perbaikan permanen memerlukan anggaran yang cukup besar.
Oleh karena itu, mereka akan mengajukan penyesuaian anggaran pada triwulan berikutnya untuk mempercepat proyek perbaikan.

Masyarakat Harap Proses Perbaikan Tidak Berlarut

Banyak warga berharap pemerintah bergerak lebih cepat.
Mereka meminta adanya transparansi rencana perbaikan sekaligus pengawasan ketat agar proyek berjalan sesuai target.

Komunitas lokal di Banten bahkan menawarkan diri untuk ikut melakukan pengawasan bersama,
sehingga perbaikan yang dilakukan benar-benar sesuai kebutuhan.
Dengan keterlibatan masyarakat, mereka berharap kualitas pengerjaan bisa lebih baik.

Jalan Lancar, Ekonomi Kembali Bergerak

Pakar transportasi dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa menjelaskan bahwa akses jalan yang buruk
dapat menurunkan produktivitas wilayah.
Oleh karena itu, ia menilai proyek perbaikan ini harus menjadi prioritas utama.
Infrastruktur yang baik akan memperlancar pergerakan barang dan jasa,
sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas.