Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall
Berita  

Kalteng Diterjang Banjir dan Rob 50.772 Jiwa dan 1.771 Fasilitas Umum Terdampak

Kalteng Diterjang Banjir
Shoppe Mall

Kalteng Diterjang Banjir dan Rob: 50.772 Jiwa dan 1.771 Fasilitas Umum Terdampak

Jangkauan Banten – Kalteng Diterjang Banjir Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali diterjang banjir dan rob yang menyebabkan dampak luas bagi masyarakat dan infrastruktur di berbagai wilayah. Menurut laporan terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalteng, sedikitnya 50.772 jiwa terpaksa mengungsi akibat genangan air yang melanda lebih dari 7 kabupaten dan kota. Tak hanya rumah warga, sebanyak 1.771 fasilitas umum seperti sekolah, puskesmas, dan tempat ibadah juga terdampak akibat bencana alam ini.

Banjir yang terjadi pada awal Januari 2026 ini dipicu oleh intensitas hujan yang sangat tinggi di kawasan pegunungan dan hulu sungai yang mengalirkan air ke wilayah-wilayah yang lebih rendah. Ditambah dengan fenomena rob yang terjadi secara bersamaan, kondisi ini membuat banjir semakin parah dan menggenangi banyak pemukiman warga.

Shoppe Mall

Kalteng Diterjang Banjir Wilayah yang Terkena Dampak Banjir

Berdasarkan data yang diperoleh dari BPBD Kalteng, Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kabupaten Seruyan adalah dua wilayah yang paling parah terdampak oleh banjir dan rob. Di Kotawaringin Barat, sejumlah kawasan di sekitar Kecamatan Pangkalan Bun terendam hingga kedalaman lebih dari satu meter. Seruyan juga mengalami hal serupa, dengan beberapa desa yang terisolasi karena akses jalan yang terputus akibat genangan air.

Palangka Raya, ibu kota provinsi, meskipun tidak seterjang di daerah pesisir, juga mengalami banjir yang cukup parah di beberapa titik. Sungai Kahayan yang meluap menyebabkan sejumlah kawasan di Kecamatan Sebangau dan Kecamatan Jekan Raya terendam air. Di kota ini, ratusan rumah dan fasilitas umum, termasuk sekolah-sekolah, puskesmas, dan jembatan penghubung, ikut terdampak.Ribuan Orang di Empat Kabupaten di Kalteng Terdampak Banjir

Baca Juga: Jadwal Persik Vs Persib Ezra Walian Jadi Sorotan Bojan Hodak

Dampak Sosial dan Ekonomi

Banjir yang terjadi bukan hanya menyebabkan kerugian material, tetapi juga mengganggu kegiatan ekonomi dan aktivitas sosial masyarakat. Sejumlah pabrik dan perusahaan kecil yang berada di sepanjang daerah yang terdampak banjir terpaksa berhenti beroperasi, mengingat produk dan bahan baku mereka terendam air. Hal ini berdampak pada penghasilan masyarakat yang sebagian besar bergantung pada sektor perdagangan dan pertanian.

Selain itu, pendidikan juga terganggu. 1.771 fasilitas umum, termasuk sekolah-sekolah yang terendam, menyebabkan proses belajar mengajar harus dihentikan sementara. Tidak hanya itu, puskesmas dan rumah sakit yang terkena dampak banjir harus melakukan evakuasi terhadap pasien yang sedang dirawat untuk memastikan keselamatan mereka.

Tanggapan Pemerintah dan Upaya Penanganan

Pemerintah Provinsi Kalteng, bersama dengan BPBD dan sejumlah instansi terkait, segera mengerahkan tim untuk menangani bencana ini. Bantuan darurat seperti makanan, obat-obatan, dan tenda pengungsian telah disalurkan ke sejumlah titik lokasi pengungsian. Selain itu, posko-posko darurat juga didirikan untuk membantu warga yang terdampak.

Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran, dalam pernyataan resminya menyebutkan bahwa pihaknya akan terus bekerja sama dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk memberikan bantuan dan memastikan pemulihan cepat pasca-bencana. Selain itu, pihaknya juga menginstruksikan agar infrastruktur vital yang terdampak, seperti jalan dan jembatan, segera diperbaiki agar akses ke daerah-daerah yang terisolasi dapat dipulihkan.

“Kami akan memastikan bahwa bantuan terus mengalir untuk masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, kami juga sedang memetakan kerusakan untuk mempercepat pemulihan dan memastikan warga kembali ke rumah mereka secepat mungkin,” ujar Sugianto Sabran.

Kalteng Diterjang Banjir Peran Masyarakat dalam Penanggulangan Bencana

Meski pemerintah dan tim relawan telah bergerak cepat, masyarakat juga diajak untuk berperan aktif dalam penanggulangan bencana ini. Salah satunya adalah melalui pemberian informasi mengenai kondisi lingkungan sekitar dan upaya evakuasi yang lebih cepat. Beberapa kelompok relawan juga turun ke lapangan untuk membantu pengungsi, mendistribusikan logistik, dan memberikan dukungan psikososial kepada warga yang terdampak.

“Kita harus saling membantu dalam menghadapi bencana ini. Selain bantuan materi, yang tidak kalah penting adalah dukungan mental untuk mereka yang kehilangan segalanya. Kita harus tetap bersatu,” ujar Fahmi, salah satu relawan yang membantu distribusi makanan kepada pengungsi.

Perubahan Iklim dan Mitigasi Bencana

“Kami harus menyadari bahwa perubahan iklim memang mempengaruhi pola cuaca dan memperburuk risiko bencana seperti ini. Upaya-upaya ini diharapkan dapat mengurangi dampak dari bencana alam yang semakin sering terjadi di banyak wilayah.

Shoppe Mall