Pemblokiran PUBG Tidak Otomatis Kurangi Kekerasan pada Anak
Jangkauan Banten – Pemblokiran PUBG Pemerintah beberapa waktu terakhir mengumumkan pemblokiran akses game PUBG (PlayerUnknown’s Battlegrounds) di Indonesia, dengan alasan untuk mengurangi potensi perilaku agresif dan kekerasan pada anak. Namun, para pakar menegaskan bahwa langkah ini tidak otomatis menyelesaikan masalah perilaku anak.
Efek Game Online pada Anak
Menurut psikolog anak, Dr. Retno Wulandari, perilaku kekerasan tidak hanya dipengaruhi oleh game. “Banyak faktor lain yang memengaruhi perilaku anak, seperti lingkungan keluarga, pendidikan, dan interaksi sosial di sekolah,” ujarnya. “Menghapus satu jenis game saja tidak serta-merta membuat anak menjadi lebih tenang atau tidak agresif.”
Beberapa penelitian memang menunjukkan bahwa game bergenre battle royale bisa menimbulkan emosi kuat dan ketagihan, tetapi tidak semua anak yang bermain menjadi agresif. Justru, pengawasan orang tua dan bimbingan edukatif jauh lebih efektif untuk mengarahkan perilaku anak.
Baca Juga: Program “Kampung Mandiri Air” di Banten Diresmikan, Warga Kini Tak Lagi Krisis Air Bersih
Pemblokiran PUBG Kompleksitas Masalah Kekerasan Anak
Ahli sosiologi, Prof. Hadi Santoso, menekankan bahwa kekerasan anak di Indonesia merupakan masalah kompleks. “Kekerasan sering muncul dari konflik keluarga, tekanan sosial, atau masalah emosional yang tidak tersalurkan,” katanya. “Game hanyalah salah satu outlet, bukan penyebab utama.”
Dari data KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia), kasus kekerasan yang melibatkan anak justru lebih banyak dipicu oleh perkelahian di sekolah, bullying, atau pengaruh media sosial, bukan hanya game online.
Alternatif Pendekatan
Beberapa langkah yang dianggap lebih efektif daripada pemblokiran total antara lain:
Pendidikan digital dan literasi media: Mengajari anak mengenali konten yang aman dan membatasi durasi bermain.
Pendampingan orang tua: Mengawasi dan berdiskusi tentang permainan, sehingga anak belajar menyalurkan agresi secara sehat.
Program sekolah anti-kekerasan: Memberikan pendidikan karakter dan keterampilan mengelola emosi sejak dini.
Kesimpulan
Pemblokiran PUBG bisa jadi langkah simbolis, tetapi tidak menjamin perilaku kekerasan anak akan menurun. Fokus seharusnya bukan pada larangan semata, tetapi pada pendidikan, pengawasan, dan pembentukan karakter anak agar lebih matang dan sadar akan perilakunya.
