Warga Aceh Tamiang Masih Terisolasi, Belanja ke Medan Harus Lewat Jalan Setapak
Jangkauan Jakarta Banten — Warga Aceh Tamiang Sejumlah warga di Kabupaten Aceh Tamiang masih menghadapi keterbatasan akses transportasi akibat infrastruktur jalan yang rusak atau terputus. Untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk berbelanja kebutuhan pokok di Medan, warga terpaksa menempuh jalur setapak dan jalan alternatif yang jauh lebih berat dan berisiko.
Perjuangan Warga Menembus Isolasi
Seorang warga Desa Pematang, Aceh Tamiang, menuturkan bahwa sejak beberapa bulan terakhir, kendaraan roda empat sulit melintas karena jembatan rusak dan jalan utama yang menghubungkan wilayahnya ke pusat kota di Sumatera Utara mengalami kerusakan parah akibat hujan deras dan banjir.
“Kalau mau belanja ke Medan, kami harus naik motor atau jalan kaki dulu melewati setapak hutan. Perjalanan bisa memakan waktu berjam-jam,” ungkapnya.
Selain itu, akses transportasi umum yang biasanya menghubungkan desa-desa ke Medan juga sangat terbatas. Bus atau travel jarang melintas, sehingga warga yang tidak memiliki kendaraan pribadi benar-benar kesulitan.
Risiko dan Dampak Terhadap Kehidupan Sehari-hari
Kondisi ini tidak hanya menyulitkan warga dalam memenuhi kebutuhan pokok, tetapi juga berdampak pada pendidikan dan kesehatan. Anak-anak dan remaja yang bersekolah di kota harus menempuh perjalanan panjang, sementara pasien yang membutuhkan perawatan medis harus mengandalkan jalan setapak yang berbahaya.
“Kalau ada ibu hamil atau orang sakit, kami harus menunggu bantuan ambulans atau bergantung pada warga lain untuk menempuh jalan setapak. Itu berisiko tinggi,” tambah warga lain.
Baca Juga: Korban Penipuan WO Datangi Polsek Cipayung Laporan Diarahkan ke Polda Metro
Warga Aceh Tamiang Upaya Pemerintah dan Tantangan Infrastruktur
Pemerintah kabupaten Aceh Tamiang mengakui kondisi ini dan telah berupaya memperbaiki infrastruktur jalan dan jembatan. Namun, keterbatasan anggaran dan cuaca ekstrem menjadi tantangan utama.
Harapan Warga
Warga berharap pemerintah pusat maupun daerah dapat segera menyalurkan bantuan pembangunan jalan alternatif yang aman dan jembatan darurat. Mereka juga menginginkan transportasi publik yang lebih sering melintas untuk mengurangi beban perjalanan ke Medan.






