Jujur ya, gue capek lihat grup WA keluarga isinya cuma debat mau liburan ke mana. Anak mau ke pantai, istri mau ke tempat sejuk, gue maunya yang nggak bikin dompet nangis. Akhirnya kami putuskan satu hal: nggak usah jauh-jauh. Seminggu, keliling Jawa aja. Ternyata ini keputusan terbaik yang pernah kami ambil sebagai keluarga kecil yang tinggal di Jakarta.
Rencana ini gue susun buat kamu yang punya anak usia SD sampai SMP, tinggal di kota besar, dan cuma bisa cuti seminggu. Nggak perlu tiket pesawat mahal, nggak perlu visa. Cukup mobil yang layak jalan (atau sewa), sedikit sabar, dan kemauan berangkat pagi.
Hari 1–2: Bandung, Pemanasan Sebelum Serius
Dari Jakarta, kami berangkat subuh lewat tol Cipularang. Anak-anak masih ngantuk, jadi perjalanan terasa cepat. Sampai Bandung sekitar jam 8 pagi, langsung sarapan bubur di jalanan dekat Pasteur. Murah, hangat, dan bikin mood naik.
Hari pertama kami isi ringan saja. Kebun Binatang Bandung masih jadi andalan buat anak-anak. Tiketnya nggak bikin kaget, dan anak bisa lihat satwa sambil jalan santai. Sorenya, mampir ke Cihampelas Walk sekadar jalan-jalan dan makan malam.
Hari kedua, baru agak serius. Kami ke Lembang pagi-pagi buta buat kehutanan pinus dan peternakan sapi perah. Anak-anak senang banget bisa nyusuin anak sapi langsung. Ini momen yang nggak bisa didapat dari layar HP.
"Liburan bareng anak itu bukan soal tempatnya mewah, tapi soal cerita yang mereka bawa pulang."
Hari 3: Garut, Seharian di Ketinggian
Dari Bandung, kami lanjut ke Garut lewat Nagreg. Jalannya berkelok, jadi pastikan anak yang gampang mabuk sudah minum obat sebelumnya. Kami sampai siang dan langsung ke Cipanas. Air panasnya bikin badan yang pegal setelah dua hari jalan langsung luluh.
Malamnya kami menginap di penginapan sederhana dekat kebun teh. Suhu dingin, selimut tebal, dan suara jangkrik. Anak-anak tidur nyenyak tanpa drama gadget. Ini yang gue sebut healing beneran.
Hari 4–5: Yogyakarta, Bagian Paling Ditunggu
Perjalanan Garut–Yogyakarta memang panjang, sekitar 8 jam. Kami berangkat pagi dan sampai sore. Saran gue: jangan paksakan langsung jalan-jalan. Istirahat dulu, mandi, baru cari makan malam di Malioboro.
Hari keempat kami dedikasikan buat Borobudur. Bangun jam 4 pagi, sampai lokasi sebelum matahari terbit. Anak-anak awalnya ngeluh, tapi begitu lihat sunrise dari atas candi, mereka diam. Kadang keindahan memang butuh sedikit pengorbanan bangun pagi.
Hari kelima, kami ke Pantai Parangtritis dan Goa Langse. Anak yang suka petualangan bakal ketagihan. Tapi hati-hati, ombak selatan itu serius. Jangan biarkan anak main air terlalu jauh.
Tips Kecil yang Bikin Bedanya
- Selalu bawa camilan dan air minum di mobil. Lapar itu musuh nomor satu saat road trip.
- Rencanakan maksimal dua tempat wisata per hari. Lebih dari itu, semua bakal capek dan rewel.
- Pesan penginapan yang ada sarapan. Hemat waktu dan tenaga di pagi hari.
- Simpan uang tunai secukupnya. Nggak semua tempat di jalur wisata menerima kartu.
Hari 6: Solo, Singgah Sebentar Tapi Berkesan
Dari Yogyakarta, kami mampir ke Solo. Cuma sehari, tapi cukup. Kami ke Keraton Kasunanan, lihat koleksi kereta kencana, lalu makan nasi liwet di Pasar Gede. Anak-anak belajar bahwa Indonesia punya sejarah yang nggak kalah keren dari film-film luar.
Sorenya, kami beli oleh-oleh di jalan Slamet Riyadi. Batik, serabi, dan keripik. Jangan lupa tawar, tapi tetap sopan. Pedagang di sana ramah kalau kita ramah juga.
Hari 7: Pulang dengan Cerita
Perjalanan pulang Solo–Jakarta memang panjang, bisa 10–12 jam tergantung macet. Kami bagi dua: berangkat pagi, istirahat di rest area Cipali, sampai Jakarta malam. Anak-anak tidur di mobil, sementara gue dan istri ngobrol soal momen-momen lucu sepanjang perjalanan.
Yang gue sadari setelah seminggu ini: liburan nggak harus ke luar negeri atau ke tempat yang Instagramable. Kadang yang dibutuhkan keluarga kecil di kota besar cuma waktu bersama tanpa gangguan rapat kerja dan notifikasi grup WA.
Total biaya? Untuk keluarga tiga orang, sekitar Rp 5–6 juta di luar bensin. Nggak murah, tapi jauh lebih murah daripada tiket pesawat ke luar negeri. Dan yang paling penting, anak-anak masih ingat setiap detail perjalanan ini sampai sekarang.
Jadi kalau kamu sedang bingung mau liburan ke mana minggu depan, coba deh pertimbangkan keliling Jawa. Nggak ribet, nggak mahal-mahal amat, dan ceritanya bakal kamu bawa terus.